Mikrobiota Memiliki Peran Penting dalam Tahap Golden Age pada Anak
Ilustrasi : https://unsplash.com/
Golden age atau periode emas adalah tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak yang paling penting pada awal kehidupan anak untuk kemudian hari. Periode ini dikenal sebagai periode 1000 hari pertama kehidupan. Terhitung ketika anak dari dalam masa kandungan sampai berusia 2 tahun.
“Apa pun yang dialami anak, yang ibu lakukan terhadapnya, yang ibu berikan sebagai konsumsi asupan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan ini akan memberikan konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan anak di masa mendatang,” ujar dr. Molly Oktarina, SpA (K), Dokter Spesialis Anak Konsultasi Alergi Imunologi dalam kesempatan webinar dengan tema ‘Rencanakan Persalinan secara Matang dengan Tes Potensi Caesar’ pada Rabu, 27 Oktober 2021.
Pada 1000 hari pertama, terjadi percepatan pertumbuhan sel-sel badan yang akan menentukan status gizi anak tersebut, seperti pertumbuhan berat dan tinggi badan, pertumbuhan sel-sel otak yang akan menentukan tingkat kecerdasan anak, serta perkembangan sel-sel imun sehingga akan menentukan apakah anak tersebut rentan terhadap gangguan kesehatan atau tidak.
Berbagai faktor bisa memengaruhi perkembangan sistem imun di dalam 1000 hari pertama kehidupan ini. Faktor pertama di mulai sejak anak masih dalam kandungan yaitu dari masa-masa prenatal ada status gizi ibu dan juga saat proses kelahiran, dilakukan dengan metode kelahiran normal atau bedah sesar. Kemudian ada faktor risiko yang memengaruhi perkembangan imun setelah anak lahir, seperti nutrisi berupa ASI atau susu formula, pemberian antibiotik pada anak, dan mikrobiota.
Pada kenyatannya, 70-80 persen sel imun terdapat di dalam usus, salah satunya di dalam saluran pencernaan. Mikrobiota berada di dalam saluran pencernaan berperan dalam perkembangan sistem imun alami dan didapat.
Sistem imun alami yaitu pertahanan tubuh yang memang sudah ada walaupun patogen itu belum masuk ke dalam tubuh. Jadi ada atau tidak adanya serangan musuh, sistem imun alami ini sudah ada. Sedangkan sistem imun didapat inilah sistem imun yang akan bekerja apabila ada serangan dari luar atau dari dalam yang tidak bisa dikendalikan oleh sistem imun alami.
Mikrobiota memiliki peran untuk melindungi saluran cerna dari mikrobiota patogen dan meminimalisasikan reaksi hipersensitivitas makanan sehingga bisa mengurangi risiko alergi pada anak.
Mikrobiota yang baik buat sistem imun disebut mikrobiota komensal, yaitu bifidobacteria, escherichia, dan lactobacilli. Sementara mikrobiota yang tidak baik yang akan menghambat imun anak disebut dengan mikrobiota patogen terdiri dari campylobacter, enterococcus faecalis, dan clostridium difficile.
“Di dalam saluran cerna pada awal kehidupan pola kolonisasi mikrobiota itu berbeda-beda sesuai dengan usia. Semakin bertambahnya usia maka keragaman dari kolonisasi mikrobiota usus akan semakin meningkat. Pada usia 2 sampai 3 tahun, mikrobiota akan menetap sampai kita tumbuh dewasa,” kata dr. Molly.
Apabila keragaman mikrobiota komensal meningkat maka anak akan sehat atau berkurang risiko terjadinya gangguan kesehatan. Hal ini dikenal dengan kondisi homeostasis. Sebaliknya, apabila terjadi disbiosis di mana saluran cerna tidak memiliki mikrobiota komensal dalam jumlah yang bagus maka akan rentan terhadap gangguan pencernaan.
Gangguan disbiosis bisa terjadi karena adanya ekspansi dari bakteri patogen yang menyebabkan berkurangnya mikrobiota komensal dan juga bisa terjadi karena keragamannya berkurang.
ANDINI SABRINA | PNJ

Comments
Post a Comment