Penderita Diabetes bisa Makan Lebih dari 5 Kali
ilustrasi : https://pixabay.com/
Dokter spesialis gizi klinik, lulusan Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia, dr. Juwalita Surapsari, Sp.GK, M.Gizi mengatakan bahwa pasien diabetes bisa makan lebih dari 5 kali dalam sehari.
Kabar ini tentu saja menjadi angin segar untuk penyandang diabetes, karena dapat mengonsumsi makanan mereka inginkan, artinya tidak ada pantangan. Tetapi, ada hal yang perlu diingat bahwa tetap harus menjaga porsi makan, komposisi makan dan frekuensi makan.
Makanan yang dikonsumsi tentu mengandung angka indeks glikemik. Indeks glikemik adalah respon gula darah setelah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Rentangnya dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu 0-55 angka indeks glikemik rendah, 55-70 angka indeks glikemik sedang, dan angka indeks glikemik yang tinggi itu lebih dari 70.
“Tetapi, jangan terpatok pada panduan angka indeks glikemik saja. Karena hal tersebut mengakibatkan kurang tepat dalam memilih makanan untuk penyandang diabetes,” ujar dr Juwalita dalam webinar bertajuk Diabetes dan Covid-19, pada Kamis 7 Oktober 2021.
Menjadi panduan umum untuk penyandang diabetes bahwa membutuhkan jadwal makan yang teratur, yaitu 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan atau camilan. Penelitian juga menyebutkan bahwa makan lebih dari 5 kali dalam sehari, maka kontrol terhadap gula darah menjadi bagus. Terrnyata yang makannya 5 kali atau yang makannya 2 kali dalam sehari itu juga berbeda responnya terhadap gula darah.
Pilihkan makanan camilan yang kadar gulanya rendah dan mudah dicerna hingga aman untuk dikonsumsi oleh penyandang diabetes, seperti makanan yang mengandung protein nabati, potongan buah, dan skimilk.
Berdasarkan rekomendasi who kita perlu mengonsumsi sayur dan buah untuk penyandang diabetes adalah 400 gr/hari. Dari 400 gr itu, 2/3 porsi terdiri atas sayur kurang lebih 250 gr Sedangkan 1/3 porsi atau sekitar 150 gr untuk buah.
Untuk mengatur porsi makan, bisa dengan mengikuti panduan diabetic meal plate kira-kira ukuran piringnya 25-27 centi metre. Setengah piring diisi dengan sayuran non pati seperti tomat, timun, selada, dan bayam. Seperempat piring diisi karbohidrat rendah seperti kacang-cangan serta seperempat sisanya adalah karbohidrat kompleks seperti nasi.
Selain itu, komposisi makanan yang lengkap dalam tubuh juga bisa menurunkan repon gula darah. “Yang perlu diingat untuk penyandang diabetes maupun yang sehat, bahwa kelengkapan isi dari makanan yang dikonsumsi juga sangat penting,” lanjut dr juwalita. Hal tersebut sudah pernah diteliti oleh Korea.
Mereka meneliti makanan dengan menu nasi dan telur, nasi dan minyak, nasi dan tauge, serta nasi dengan telur, minyak, dan tauge. Hasilnya menyebutkan bawah piring dengan kompsisi lengkap mengkibatkan respon terhadap gula darah menjadi baik tentu hal ini paling pas daripada mengonsumsi makanan yang tidak lengkap.
ANDINI SABRINA | PNJ
Comments
Post a Comment